Tampilkan postingan dengan label bicara cuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bicara cuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 3

Kenalan dengan Perusahaan Incaran Lebih Jauh Yuk!

Yuhuu, aku mau berbagi hasil belajar yang lain, hehehe. Kali ini materi datang dari Investor Gathering-nya Bursa Efek Indonesia. Masih tentang saham, berikut adalah 7 faktor utama yang harus diperhatikan untuk mengenal saham perusahaan yang menjadi target investasi:

1.       Kinerja Keuangan

Melihat tren kinerja keuangan dari perusahaan, apakah top lines dan bottom lines selalu bertumbuh dari tahun ke tahun? Pilih perusahaan yang memiliki pertumbuhan yang tidak selalu besar namun berlanjut dan konsisten.

Contoh: TLKM, BBCA

2.       Volatilitas pergerakan harga saham harian sampai tahunan

Penting untuk sebuah perusahaan memiliki stabilitas jangka panjang, dan memiliki harga saham yang mampu menahan badai, kembali recover dari harga terendahnya saat semua masih kesulitan untuk recover.

Contoh: INCO (PT Vale Indonesia), HMSP (HM Sampoerna)

3.       Unggulan di Sektornya

Bagaimana masa depan dari perusahaan yang kinerja keuangannya paling menonjol di sektor industrinya. Apakah perusahaan mempunyai keuntungan spesifik dari pesaingnya.

Contoh: WIKA, WSKT, BUMI Resources

4.       Rasio Ekuitas terhadap Hutang (DER)

DER = Total Hutang / Total Ekuitas.

Hati-hati terhadap perusahaan yang mempunyai hutang lebih besar dari ekuitasnya. Hindari saham dari perusahaan yang mempunyai DER di atas 2x, kecuali perusahaan tersebut adalah perusahaan konstruksi, infrasruktur, leasing, banking, dan finance.

5.       Price to Eearning ratio  (PER)

PER = Harga Saham / Laba bersih per saham.

PER menunjukkan apakah harga saham lebih mahal dibandingkan saham perusahaan lain di sektor yang sama. Semakin rendah PER, semakin banyak kesempatan untuk meraih kenaikan harga saham. Sebaliknya, semakin tinggi PER maka kesempatan untuk koreksi akan semakin besar (sudah mahal).

*perhitungan PER untuk beberapa saham perusahaan sepertinya tidak berlaku. Contoh: UNVR.

6.       Manajemen

Apakah manajemen perusahaan mempunyai track record yang baik, yang mampu menjaga budaya perusahaan untuk waktu yang panjang. Perusahaan yang dikelola dengan baik mempunyai kecenderungan harga sahamnya akan terus bertumbuh.

7.       Dividen


Perusahaan yang mampu membayar dividen dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang mempunyai tingkat stabilitas performa keuangan yang baik. Namun terkadang dividen tinggi juga dapat mengindikasikan bahwa perusahaan telah sulit berkembang dan berinvestasi.


Jadi gimana sejauh ini? Sudah tercerahkan atau malah makin pusing? Hehehe. Kalau ada yang mau didiskusiin, boleh langsung komen di bawah, atau chat via media sosial juga boleh. Stay cuan guys~

Selasa, Maret 2

Gimana Cara Milih Saham Perusahaan yang Bagus?

Hola! Ketemu lagi.. 😗 Ini part terakhir dari hasil Kopdar bareng Investor Saham Pemula chapter Malang. Seperti kita ketahui, saat ini terdapat sekitar 700 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Bingung kan kalau mau ngincer atau nentuin saham dari emiten mana yang baik untuk dibeli. Nah, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan ketika ingin memilih suatu saham:

1.       Analisa laporan keuangan

Laporan keuangan terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Di dalam Neraca, kita akan melihat bahwa Aset = Liabilitas (Utang) + Ekuitas (Modal). Sedangkan ketika Laporan Laba Rugi menunjukkan Penjualan yang menurun sementara Labanya naik, maka kita perlu melakukan pengecekan karena bisa jadi laba tersebut adalah hasil ‘utak-atik’. Di dalam Laporan Perubahan Ekuitas, kita akan mengetahui laporan perubahan ekuitas perusahaan secara periodik. Sedangkan di Laporan Arus Kas, kita dapat melihat apakah arus kas yang dimiliki perusahaan ‘sehat’ atau tidak, misalnya dengan mengetahui bahwa Arus Kas dari Aktivitas Operasi positif dan bertumbuh. Catatan atas Laporan Keuangan memberikan penjelasan dan merinci setiap angka yang ada di Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Laporan Keuangan biasa dikeluarkan secara kuartalan (3 bulan), sehingga dalam setahun akan ada Laporan Kuartal I-IV.  Laporan keuangan tersebut tidak wajib di audit. Sedangkan Laporan Keuangan Tahunan yang menunjukkan kinerja perusahaan selama setahun, wajib di audit. Jika laporan keuangan dimanipulasi, kemungkinaan akan dapat diketahui di tahun ketiga, karena perusahaan akan semakin kesulitan untuk ‘me-manage’ kinerjanya. Seluruh laporan keuangan tersebut dapat kita peroleh melalui website BEI di www.idx.co.id atau melalui website resmi dari emiten yang bersangkutan.

2.       Membandingkan perusahaan yang kita incar dengan perusahaan sejenis / yang berada pada industri yang sama (yang 1 sektor, atau yang market cap nya mendekati).

3.       Membandingkan perusahaan yang kita incar dengan rasio-rasio perusahaan di tahun yang sebelumnya (historical).

4.       Memperhatikan faktor kualitatif seperti integritas manajemen, inovasi dan kreativitas yang dilakukan perusahaan, juga bagaimana brand image yang dimiliki perusahaan.

5.       Mencari tahu berita teraktual mengenai perusahaan agar dapat terus memperbarui informasi.


Gitu ya kira-kira guys rangkumannya. Bakal lebih baik lagi kalau ga cuma disimak tapi dipraktekkin ya. Ngomong ke diri sendiri kok itu sebenernya, hahaha. Semangat buat belajar terus, biar bisa makin cuan.. 😚 Yuk Nabung Saham!

Senin, Maret 1

Rasio untuk Analisa Fundamental Perusahaan

Hey guys! As promised, ini lanjutan dari hasil Kopdar bareng Investor Saham Pemula chapter Malang yang dulu pernah aku ikutin. Silahkan menyimak part 2 ini ya .. 😆

Berikut adalah beberapa analisis yang dapat digunakan untuk menganalisa suatu perusahaan:

I.          Analisis profitabilitas


1.       ROE (Return on Equity)

ROE = Laba bersih setahun : Total ekuitas

* Semakin tinggi, semakin baik.

* Karakteristik ROE yang bagus adalah yang konsisten, mampu mengalahkan inflasi, dan lebih besar dari bunga deposito.

2.       DY (Deviden Yield)

DY = Total deviden per lembar / tahun : Harga saham per lembar

*Semakin tinggi, semakin baik.


II.        Analisis utang


1.       DER (Debt to Equity Ratio)


DER = Total utang : Total ekuitas


*Semakin rendah, semakin baik. Sangat lumrah bagi sebuah perusahaan memiliki utang, selama masih dalam rasio yang wajar dan jelas penggunaan dananya.

* Rasio ini tidak berlaku untuk industri finance seperti bank dan perusahaan leasing.



III.      Analisis harga saham


1.       PER (Price to Earning Ratio)


PER = Harga saham per lembar : Earning per share


* Semakin rendah, semakin baik.

* Rasio ini akan menunjukkan dalam jangka waktu berapa tahun kita bisa balik modal.


2.       PBV (Price to Book Value)


PBV = Market cap : Equity atau Harga saham per lembar : Nilai buku per lembar


* Semakin rendah, semakin baik.

* Market Cap diperoleh dari Harga saham x Jumlah saham beredar.

* Nilai buku per lembar didapat dari Total ekuitas : Jumlah saham yang beredar.

* Dengan rasio ini kita dapat mengetahui di harga berapa sebaiknya kita membeli suatu emiten.



Biasanya ini jadi salah satu bahan buat temen-temen investor yang pengen menganalisa fundamental perusahaan. Biar ga kaya milih kucing dalam karung gitu. Kita bisa nyoba ngitung sendiri rasio-rasio di atas, atau bisa juga lihat langsung hasilnya di aplikasi semacam RTI Business, Stockbit, dan lainnya. Gratis kok. Eh, itu cuma contoh ya, bukan endorse, hehehe. Sampai ketemu di sesi belajar bareng berikutnyaa 😉

Minggu, Februari 28

Kapan Saat yang Tepat untuk Menjual Saham?

Sebelum pandemi menyerang, aku sempet ikut Kopdar yang diadain sama Investor Saham Pemula chapter Malang. Seneng sih bisa ikut acara kaya gini, selain nambah temen, nambah ilmu juga pastinya. Nah daripada cuma berakhir di folder My Document aja, mending aku share sekalian di sini, siapa tau bisa bermanfaat juga buat temen-temen 😁 Insya Allah bakal ada 3 part, ini yang pertama ya..

Berdasarkan karakter dari perusahaan, saham dapat dikategorikan menjadi:

1.       Slow grower

Memiliki pertumbuhan 5-10% per tahun. Untuk mengetahui rata-rata pertumbuhan, kita dapat mencari tahu dengan menghitung rata-rata kenaikan penjualan dalam 5 tahun. Saham dengan kategori slow grower biasanya memiliki karakter deviden besar. Jika memiliki saham dengan kategori ini, saat yang kira-kira tepat untuk menjual adalah ketika market share turun selama 2 tahun terakhir, perusahaan tidak mengeluarkan produk baru, perusahaan melakukan akuisisi ke perusahaan lain di luar jenis perusahaan induk, dan perusahaan memiliki deviden yield yang rendah.

2.       Stalwart

Memiliki pertumbuhan 10-20% per tahun. Saham dengan kategori ini biasanya memiliki karakter deviden sedang. Jika memiliki saham dengan kategori ini, saat yang kira-kira tepat untuk menjual adalah ketika produk baru yang dikeluarkan perusahaan kurang sukses dalam waktu 2 tahun terakhir, dan PER yang dimiliki perusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan PER kompetitor.

3.       Fast grower

Memiliki pertumbuhan > 20% per tahun. Saham dengan kategori ini biasanya memiliki karakter deviden kecil. Jika memiliki saham dengan kategori ini, saat yang kira-kira tepat untuk menjual adalah ketika ekspansi perusahaan telah maksimal sehingga pasar mulai jenuh, PER perusahaan < 30x, penjualan di store baru mengecewakan, dan manajemen kunci pindah ke perusahaan lain.

4.       Cyclical

Merupakan jenis saham yang naik dan turun secara periodik. Misalnya seperti perusahaan di sektor tambang, properti, dan konstruksi. Perusahaan tambang sulit untuk diprediksi karena dipengaruhi oleh harga dunia. Jika memiliki saham dengan kategori ini, saat yang kira-kira tepat untuk menjual adalah ketika inventory meningkat tinggi dibandingkan omzet, dan kompetitor baru mulai berdatangan.

5.       Turn around

Yang termasuk kategori ini adalah perusahaan yang sedang menghadapi krisis, namun memiliki peluang besar jika lolos. Jenis saham ini memiliki high risk, namun dengan high return. Jika memiliki saham dengan kategori ini, saat yang kira-kira tepat untuk menjual adalah ketika petumbuhan mulai menunjukkan perbaikan, cashflow berjalan dengan baik (salah satu indikatornya adalah pembayaran utang mulai gencar dilakukan), dan inventory bertumbuh seiring dengan pertumbuhan omzet.

6.       Asset play

Merupakan saham dari perusahaan yang nilai asetnya diakui lebih kecil di atas kertas. Jika memiliki saham dengan kategori ini, saat yang kira-kira tepat untuk menjual adalah ketika perusahaan menerbitkan saham baru dengan harga rendah.


Akan lebih baik bagi kita untuk berinvestasi pada emiten yang bergerak di industri yang sudah kita pahami. Namun jika memang ingin berinvestasi pada industri yang belum dipahami model bisnisnya, kita dapat mencari banyak referensi, belajar lebih giat, dan jika diperlukan mencari mentor yang sudah berpengalaman dalam industri tersebut. Dan yang harus diingat, emiten yang berada dalam kategori-kategori di atas tersebut tidak berlaku selamanya atau permanen, melainkan dapat berubah-ubah. Semangat buat belajar bareng-bareng ya 😄

Selasa, September 8

Pengen bisa nabung? Ini beberapa triknya!

Jaman sekarang ini kayanya lagi ngetren banget deh soal investasi, terus melek keuangan, juga bagaimana caranya mengelola finansial. Tapi bagaimana mau investasi kalau setiap bulan penghasilan lewat terus. Habis begitu saja, tanpa menyadari kemana perginya. Pasti sudah tidak asing lagi dengan keluhan semodel, “aduh bagaimana mau investasi kalau tabungan saja tidak punya”. Berarti sebelum belajar soal investasi, ada baiknya membiasakan diri buat belajar menabung terlebih dahulu.

Untuk awal-awal memang sepertinya harus dimulai dengan cara memaksakan diri dulu. Seorang kawan pernah berkata bahwa perbuatan baik terkadang memang harus dipaksa pada mulanya, untuk kemudian agar menjadi kebiasaan 😊

Memulai untuk menabung itu tidak mudah, tapi menurut aku, konsisten melakukannya akan lebih sulit lagi. Nah, bagaimana sih cara menabung agar tidak cepat bosen atau angin-anginan? Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dicoba.

  •        The power of retjeh

Tidak hanya bercanda retjeh saja yang bisa bikin seneng. Uang retjeh juga bisa. Mari mulai dari hal yang kecil dulu seperti uang retjeh. Setiap kali dapat kembalian beruapa koin atau uang retjeh, langsung tabung! Disisihkan, masuk celengan. Seperti kata pepatah kan, sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Dari koin-koin nanti jadi jeti-jeti, hehehe.

  •        Tentukan Nominal

    Bisa juga dicoba ketika mempunyai uang dengan nilai nominal tertentu, maka akan langsung masuk tabungan. Bebas, yang penting ikhlas, hahaha. Kira-kira di nilai nominal berapa, bisa mulai dari 1.000 sampai 100.000. Jadi ketika memiliki uang senilai itu, auto dipindahkan dari dompet ke celengan.

  •        Tanggal terbalik

Pengennya sih tanggal (tidak) terbalik. Jadi di tanggal 1 aku menabung 1.000, tanggal 2 aku menabung 2.000, begitu seterusnya sampai tanggal 31 aku menabung 31.000. Tapi sebagai pekerja yang gajian tiap tanggal 1, agak berat kali ya kalau menuju tanggal tua nominalnya makin besar, hehehe. Jadi dibalik saja, di tanggal 1 menabung dengan nominal paling besar yakni 31.000, tanggal 2 menabung 30.000, begitu hingga di tanggal 31 kewajiban nabungnya tinggal 1.000 saja.

  •        Tanggal tertentu

Misal di tanggal yang penting atau berkesan, seperti tanggal ulang tahun atau mungkin di tanggal dengan angka favorit, aku akan rutin menyisihkan sejumlah nominal tertentu. Misal karena tanggal lahir aku tanggal 22, maka setiap tanggal tersebut aku akan menyisihkan 22.000 atau 220.000. Bisa juga karena angka favorit aku 7, jadi setiap tanggal 7 aku akan menabung sejumlah 50.000 atau 100.000. Cara tersebut juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur auto debet dari bank di setiap tanggal tertentu. Tentunya, setelah penghasilan masuk di rekening ya. Dalam setiap bulan tidak terbatas pada satu tanggal tertentu saja loh, dapat dikombinasi beberapa tanggal juga.

  •        Nominal terkecil atau terbesar

Setiap malam sebelum tidur, lakukanlah hal berikut. Coba cek dompet untuk melihat nominal uang terkecil atau terbesar yang ada di dompet. Kemudian silahkan diputuskan untuk menyisihkan nilai yang mana. Namun lakukan hal tersebut setiap hari ya.


Jadi bagaimana, terdengar mudah kan? Namun hal tersebut tidak akan berarti jika kita tidak memulai. Mulailah dengan yang kecil, mudah, dan yang terpenting mulailah sekarang!