Tampilkan postingan dengan label ruang baca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruang baca. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Agustus 29

Adaptasi Kebiasaan Baru di Bidang Literasi

Pandemi covid-19 mengubah banyak hal, dan mempengaruhi banyak aspek dalam hidup. Begitu pula saat ini, dimana kita dituntut untuk dapat beradaptasi dengan situasi setelah pandemi terjadi. Mulai dari membiasakan protokol kesehatan, hingga cara bekerja juga bersosialisasi dengan teman dan keluarga.

Dunia literasi khususnya membaca pun tak luput dari itu. Dalam posisi normal, datang ke perpustakaan, main ke toko buku, dan membaca buku fisik merupakan hal-hal yang dengan mudah dapat dilakukan. Namun kini, ruang gerak untuk membaca dan mengakses buku menjadi terbatas. Kita tidak dapat lagi mengunjungi perpustakaan dan toko buku secara langsung.

Membangun kegemaran membaca adalah satu tantangan tersendiri. Menjaga kegemaran membaca adalah tantangan yang lain. Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang, kita dipaksa untuk beradaptasi pada kebiasaan baru, agar proses literasi tetap bisa berjalan. Menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan mencari cara yang dapat diusahakan agar dapat membaca dengan nyaman.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, aktivitas apapun bisa dilakukan secara digital. Adaptasi kebiasaan baru di bidang literasi dengan pendekatan berbasis digital, menjadi salah satu alternatif yang solutif. Misalnya dengan membaca e-book melalui aplikasi seperti iPusnas dan iJak. Aplikasi penyedia e-book legal yang terdapat di gawai, semacam perpustakaan daring dimana tersedia banyak buku yang bisa kita pinjam.

Mungkin bagi sebagian besar orang, membaca buku versi cetak akan jauh lebih nyaman dan menyenangkan daripada membaca buku versi digital. Namun seharusnya tidak menjadi halangan untuk tetap menyalurkan hobi membaca. Mari tetap membaca dan tentu saja tetap jaga kesehatan ya.. Salam literasi! 😊

Senin, September 24

Forever Monday, forever you

Informasi Buku:

Judul Buku      : Forever Monday
Penulis             : Ruth Priscilia Angelina
Desain sampul : Orkha Creative
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                : 320 Halaman
Cetakan            : III, November 2017
ISBN                : 978-602-034-621-2


Sinopsis:
Bagi Ingga, Senin adalah segala-galanya. Dia takkan mau menukar Senin miliknya untuk apa pun. Karena hanya pada hari itu dia bisa menjadi pacar Eras, playboy berhati dingin yang mengasuh dia dan adiknya setelah ayah mereka meninggal beberapa tahun lalu.

Kemudian Kale datang ke hidupnya. Pemuda nekat itu memperkenalkan hari-hari yang lain kepadanya, mengajarinya cara bersenang-senang, dan menyayangi diri sendiri. Tidak seperti Eras, Kale yang hangat membuat hatinya jungkir balik, memporakporandakan dunianya dengan semua bentuk kasih sayang yang aneh.

Namun, apakah itu semua cukup bagi Ingga untuk melepaskan Eras dan Senin miliknya? Akankah cinta buta membuat Ingga bertahan meski Eras memiliki banyak rahasia yang mampu menghancurkan gadis itu dan semua orang yang disayanginya?

Review :
Buatku novel Forever Monday punya judul, premis cerita dan cover yang sederhana tapi menarik. Cover novel ini hitam polos dengan dihiasi judul Forever Monday berwarna putih, dan teman-temannya Monday yang dicoret. Kalau disatukan dengan isi ceritanya, ya cocok, mengingat novel ini agak gelap ceritanya 😇
 
Apakah aku penasaran saat membaca bab-bab awalnya? Iyalah penasaran. Bahkan sampai mendekati endingnya, aku nggak bisa menebak bagaimana akhir ceritanya, sampai aku dibuat ternganga sendiri dengan akhirnya. 

Forever Monday menceritakan kisah Ingga, Eras, Kale. Sedikit terselip juga kisah Rara -sahabat Ingga-, Adinata -ayah Rara-, Jonathan -sahabat ayah Ingga- dan Wira -yang mengurus Ingga, Gino dan Eras-. 

Sepeninggal kedua orangtuanya, Ingga dan Gino (adik Ingga) harus tinggal dengan Eras, sesuai yang dituliskan ayah mereka di surat wasiat. Ingga jatuh cinta pada Eras sampai mengemis cintanya. Menjadi pacar di hari Senin pun Ingga bersedia. Tapi Eras selalu membencinya, Eras memberikan hari senin untuknya, karena hari Senin adalah hari tersibuk Eras. Gino menentang hubungan mereka. Dia jadi jarang pulang ke rumah yang dia, Eras dan Ingga tinggali bersama. 

Rara, teman Ingga, cukup mengerti dengan cinta gila Ingga. Bertahun-tahun dia mengharapkan kasih sayang ayahnya, Adinata. Dia rela dipukuli serta dijadikan pertaruhan bisnis. Kali ini Rara disiapkan untuk memikat Kale, penerus perusahaan Earth Line. 

Ternyata Kale lebih tertarik dengan Ingga dan tidak mempedulikan status ‘pacar hari Senin Eras’. Dia malah sering memacari mantan pacar Eras dan begitu juga sebaliknya. Mereka dulu bersahabat tapi berpisah jalan karena seorang perempuan bernama Sandra. 

Diantara rasa sakit, kecewa dan benci yang diciptakan Eras dalam dirinya, Ingga bertemu dengan Kale. Another playboy yang memberikan warna tersendiri bagi Ingga. Kale ada setiap Ingga membutuhkannya. Bagi Ingga, Kale adalah matahari. Tapi Ingga tidak bisa melupakan Eras begitu saja, karena buat Ingga Eras ibarat rumah. Kemana pun dia pergi, dia akan selalu pulang ke rumah. 

Ingga menyukai kehadiran Kale. Kale memberinya segala yang dia inginkan dari Eras. Tiap hari, termasuk hari Senin milik Ingga jadi lebih berwarna. Tapi sebaik apapun Kale, yang Ingga inginkan adalah Eras seorang.

Di hari ulang tahun Ingga, Gino mempersiapkan kejutan  bersama Rara dan Kale. Dia menjemput Ingga dan membawanya ke rumah lama mereka. Ingga terkesan dengan kejutan tersebut. Tapi kemudian dia mendapatkan potongan-potongan masa lalu yang menyakitkan. Dia kemudian mengamuk dan berusaha mencekik Kale sampai mati.

Aku harus menarik napas dalam-dalam dulu begitu menutup lembaran terakhir novel ini. Aku terdiam, dan sesaat kemudian teriak “Apa-apaan ini?!”

Forever Monday punya cerita rumit yang dark, bertempo cepat, penuh dialog menyakitkan hati dan ending yang mengejutkan. Di sini beberapa tokohnya punya masa lalu yang membuat mereka lebih gampang membenci, melontarkan kalimat kasar dan sengaja membuat orang lain menderita. Dengan porsi rasa benci yang sebanyak itu, aku malah bisa melihat rasa cinta dan kasih sayang yang mereka berikan sekaligus inginkan dengan jelas. Miris jadinya, huhuhu 😭

Dialog-dialognya sinis, sarkastik, tapi dialog tersebut dengan sukses membuatku terus membalikan halaman. Cerita berjumlah sekitar 300 halaman ini jadi terasa seperti 400 halaman lebih, saking terasa penuh dan rumitnya.

“Kamu tidak bisa menghancurkan hati yang sudah hancur.” -halaman 48

Gaya bahasa dalam novel ini cukup ringan. Penokohannya juga terbilang apik. Satu per satu tokoh ditunjukan sifat dan karakternya masing-masing. Sudut pandang yang merata. Dalam setiap pergantian bab, berbeda-beda sudut pandang.
 
Di sisi lain, sebagian latarnya memang ada yang dijelaskan, namun pendeskripsian tempat masih kurang kalau menurutku. Eras dan Kale di sinopsis digambarkan sebagai playboy. Tapi pas masuk ke ceritanya, aura playboy mereka berdua malah seperti tidak terasa. Mungkin sebenarnya lebih bisa dideskripsikan karena ceritanya menggunakan sudut pandang orang ketiga, bukan sudut pandang orang pertama.  Usia Eras dan Kale juga 26 tahun, tapi penulis lebih menggambarkan sifat dan gaya berpakaian mereka seperti remaja kebanyakan.

Forever Monday punya cerita yang agak kelam dan penuh rasa negatif. Tadinya kupikir jalan cerita novel ini nggak akan sesuram itu dan isinya melulu percintaan. Bukan seperti itu ternyata. Pilihan ending-nya membuatku berpikir, apakah aku masih mau menemukan ending seperti itu di buku-buku yang aku baca?

“Cinta tanpa alasan itu cuma cocok untuk novel atau film roman. Bukan di dunia nyata. Dunia nyata butuh logika.” -halaman 24

Rates     : ✯✯✯✯✰


Informasi  Penulis:
-Ruth Priscilia Angelina-
Novel-novel lain yang ditulis: Grey Sunflower (2010), Rainbow and Ocean (2012), Forever Monday (2014), Black (2017).
twitter : @ruthpriscilia
IG       : @ruthpriscilia
email   : superuthie@yahoo.com
Lokasi : Jakarta


 

Rabu, April 18

The Second Best, karena yang paling diinginkan tak bisa dimiliki


Informasi Buku:

Judul Buku
                          : The Second Best
Penulis                                : Morra Quatro
Editor                                  : Alaine Any
Penyelaras Aksara               : Tesara Rafiantika
Penata Letak                       : Putra Julianto
Desainer sampul                 : Agung Nurnugroho
Penerbit                               : GagasMedia
Tebal                                   : 218 Halaman
Cetakan                               : I, 2017
ISBN                                   : 978-979-780-900-3



Ketika cinta pertama tak bisa dimiliki, maka cinta memilih jalannya sendiri.

Sinopsis Buku :
Tanyakan hatimu bila kau bimbang. Mengapa sang cinta pertama, sosok yang kau kenal dekat, tak mampu kau raih? Lalu, apakah hati ini siap untuk pilihan cinta yang lain?

Bagi Gwen, jatuh hati kepada Aidan terasa mudah. Hatinya selalu tertuju kepada dirinya. Namun, hati Aidan sulit dijangkau olehnya.

Lalu Edgar hadir menawarkan rasa yang sehangat lagu cinta. Bersamanya, yang Gwen tahu adalah ia tak terlalu merasa sakit – karena hati laki-laki itu selalu terbuka untuk dirinya.

Namun, cobalah tanya hati sekali lagi. Benarkah Edgar sosok pilihan kedua terbaiknya? Atau .. .. diam-diam Aidan masih ia rindukan?

Review Buku:
Ide cerita novel ini datang dari obrolan Morra Quatro dengan Adhitya Mulya, rekan sesama penulis, yang mencetuskan sebuah kalimat yang pernah Kang Adhit dengar dari temannya, “Akan ada satu nama yang selalu tertulis di hati kita, tapi tak bisa tertulis di buku nikah”. Kalimat tersebut sungguh mudah untuk menggelitik, termasuk saya. Saat membaca mengenai proses awal menulis buku ini dari akun twitter Kak Morra, saya penasaran ..

Awalnya saya kira, cerita ini akan mengambil setting usia dewasa, atau kehidupan rumah tangga. Namun ternyata, Gwen, Aidan, dan Edgar adalah mahasiswa-mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Lincolnshire (setting lokasinya).

Gwen, udah kecantol sama Aidan sejak dari mula. Namun terlambat menyadari (atau terlambat mengakui) perasaannya. Sementara Aidan, naksir sama Maya, anak baru di PSM (Paduan Suara Mahasiswa) kampusnya.

Edgar, sahabat Aidan, tertarik pada Gwen sejak dari mula. Dan kayak kata pepatah, batu kalau ditetesi air terus-menerus pasti nanti bakal bolong juga, aku sempet mikir kalau Gwen memang berusaha  sama-sama Edgar.

”Akan selalu ada satu yang paling kita inginkan itu, yang tak bisa kita miliki. Sedangkan kita tak bisa sendiri, tak berani. Itu sebabnya kebanyakan kita berakhir dengan yang terbaik kedua. The second best." - halaman 3

Lalu karena settingan novel ini adalah kehidupan perkuliahan, saya kira novel ini akan terasa ringan, membaca tanpa perlu mengerutkan dahi. Namun lagi-lagi saya salah. Alur cerita di pertengahan novel ini ‘gelap’. Saya sama sekali tidak menduga bahwa akan dibawa kesana ceritanya. Mungkin menunjukkan sisi lain dari kehidupan mahasiswa jaman sekarang, karena biasanya di novel-novel yang lain alurnya terasa ‘manis’. Ga saya sebutin ya, biar ga cuma saya yang terkejut :p

Kira-kira, Edgar sadar ga kalau Gwen ini sebenarnya menjadikan ia sebagai the second best? Gimana sama Aidan, sebenarnya dia ngeh ga sih sama perasaan pacar sahabatnya itu?

”Kurasa, bersama siapapun yang bukan kamu, aku pasti tidak akan setia. Kamu akan selalu ada." - halaman 224


Rates     : ✯✯✯✰✰


Informasi  Penulis:
-Morra Quatro-
Novel-novel lain yang ditulis: Forgiven (2010), Believe (2011), Notasi (2013), What if (2015)
twitter                  : @miss_morra
IG                        : @miss.morra
blog                     : morraquatro.tumblr.com
Location              : Jakarta


Selasa, Februari 20

Romansick, Apakah yang Lebih Lama akan Bertahan?


Informasi Buku :
Judul Buku                           : Romansick
Penulis                                 : Emilya Kusnaidi
Editor                                   : Irna Permanasari
Desainer sampul                  : Orkha Creative
Penerbit                                : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                                    : 280 halaman
Cetakan                                : I, 2015
ISBN                                    : 9786020312781        

      

Sinopsis Buku :





Her life was almost perfect. Pekerjaan sebagai editor di majalah fashion ternama, rekan kerja yang baik hati meskipun doyan gosip, serta dua sahabat cowok yang selalu ada ketika dibutuhkan. So what a girl could ask for more? Well, please underline the ‘almost’ part.

Audrey ‘Dre’ Kahono jatuh cinta setengah mati dengan Eren, sahabatnya -- namun nggak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan hal itu. Sebuah pengakuan mendadak dari Eren membuatnya terseret dalam insiden penuh kesialan yang berujung pada serentetan drama baru; pertemuan tanpa sengaja dengan Austin yang moody setengah mati, insiden di pelataran parkir, dan belum lagi soal liburan ke Bintan yang mendadak namun berakhir mengejutkan!


Austin yang persisten mendekati Dre membuat Dre kesal tapi lama-lama suka. Nah, masalahnya, ketika Dre mulai dekat dengan cowok lain, Eren malah kelihatan uring-uringan. Belum lagi drama antara Dre dan Eren berakhir, Austin malah menambah drama baru dalam hidupnya...




Review Buku:

Kata orang, laki-laki sama perempuan itu ga bisa bersahabat. Salah satu atau keduanya bakal baper, entah sekarang, kemarin, atau nanti. Dre adalah salah satu contohnya. Dre bersahabat dengan Tara dan Eren, dan naksir salah satu dari dua sahabat lelakinya itu, Eren. Padahal mereka bertiga udah bareng selama sekitar sepuluh tahun, dan selama itu juga Dre suka sama Eren. Hal itu bikin Tara, super kesal, geregetan karena Dre ga pernah ngomong soal perasaanya sama Eren, dan Eren adalah tipikal lelaki super ga peka, yang ga sadar kalau selama 10 tahun sebenernya dia adalah cowok yang ditaksir sama Dre..


Setelah didesak (baca: disupport) oleh Tara, Dre pada akhirnya memutuskan untuk membuat pengakuan mengenai perasaannya pada Eren di malam pembukaan Club barunya Tara, Castello. Namun tepat sebelum Dre buka mulut soal perasaannya, Eren terlebih dulu curhat sama Dre bahwa 2 minggu lagi dia akan ke New York untuk melamar Ayumi, mantan pacarnya, orang yang selama ini nangkring dengan sukses di hatinya. Saking terkejutnya Dre, asmanya kambuh dan berbuah insiden yang kemudian ‘mempertemukan’ dia dengan Austin.

Kehadiran Austin di hidup Dre, dengan herannya membuat Eren kesal. Apalagi setelah Austin secara konsisten mendekati Dre, perasaan Dre lambat laun berubah. Namun drama berikutnya muncul saat Austin akhirnya berhasil membujuk Dre untuk berlibur bersama di Pulau Joyo, Bintan, bersama dengan sahabat Austin, Eric dan pacarnya, Sissy.

Berlatar belakang di ibukota, dengan tema yang mungkin terdengar klise, novel ini berhasil membuat saya tidak sabar untuk membacanya sampai habis. Dengan alur cerita maju, cara bercerita yang enak, novel debut dari Emilya ini membuat saya menikmatinya. Pekerjaan Dre di majalah fashion ternama, Jalouse, juga digambarkan dengan baik sehingga saya dapat membayangkan seperti apa kiranya berada di dunia yang selama ini seolah jauh dari jangkauan itu. Perkembangan ceritanya juga tidak terduga, dan membuat novel ini semakin menarik. Saya sih ga menyesal baca novel ini, kamu penasaran? ☺

Rates: ☺☺☺☺


Informasi Penulis :
Emilya Kusnaidi

Twitter   : @emilyakusnaidi
IG          : @emkusnaidi

Kamis, Januari 11

Until the end of Time, akankah cinta sejati menemukan jalannya?

Informasi Buku :
Judul Buku                       : Until the End of Time
Penulis                             : Mya Ye
Editor                               : Irna Permanasari
Desainer sampul              : Iwan Mangopang
Penerbit                           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal                                : 296 halaman
Cetakan                            : I, Desember 2017
ISBN                                : 9786020379104               



Sinopsis Buku :
Carmelin seorang gadis yang cerdas, mandiri, dan sangat mencintai pekerjaannya. Demi kariernya yang sedang menanjak pesat, ia tidak segan-segan bekerja keras.

Carmelin juga seorang gadis yang berpikiran modern, yang selalu merasa bahwa wanita bisa sama hebatnya, atau bahkan lebih hebat dari pria. Dan ia sudah membuktikannya.

Hidupnya yang selama ini berjalan mulus dan selalu berada di atas angin mulai jungkir balik ketika kekasihnya, Michael, melamarnya. Bukan hanya itu. Michael juga meminta Carmelin berhenti dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga.

Demi kariernya, Carmelin memilih memutuskan hubungan dengan Michael. Namun yang tidak pernah diduganya, sejak itu hidupnya tidak pernah lagi sama...

Review Buku:
Cinta sejati pasti akan menemukan jalannya kembali (Emak Giok, 204). Begitu yang dikatakan Emak Giok, nenek Carmelin untuk memendam kegundahan hati cucu kesayangannya. Emak Giok adalah tempat pelarian Carmelin untuk menumpahkan apa yang ia resahkan. 

Seperti sinopsisnya, buku ini menceritakan kisah cinta antara Carmelin dan Michael Tejakusuma. Kebersamaan dalam beberapa tahun nyatanya tak mampu membuat Carmelin menerima lamaran Michael. Lantaran sebuah syarat yang diajukan Michael yakni berhenti bekerja setelah menikah. 

Carmelin sangat mencintai pekerjaannya. Ia merasa telah bekerja keras untuk dapat mencapai posisinya di perusahaan yang sekarang, dan tidak rela untuk berhenti bekerja begitu saja. Ia pun memilih untuk menolak lamaran Michael dan kemudian mereka berpisah. 

Yang Carmelin dan Michael tak menduga adalah bahwa tidak mudah untuk melupakan orang yang pernah kamu cintai dengan sepenuh hati. Berbagai cara Carmelin lakukan untuk mengenyahkan Michael dari pikirannya, tapi hanya bertahan sejenak saja. Hidup Michael pun tak lagi baik-baik saja. Akankah mereka kembali bersama atas nama cinta sejati? Atau kehadiran David (sepupu dari Marry,  sahabat Carmelin) mampu mengetuk hati Carmelin?

Novel dengan tebal hampir 300 halaman ini adalah novel pertama yang aku baca di tahun 2018. Novel yang terakhir kubeli namun yang pertama kuangkat dari ‘timbunan’ buku di kamar. Setting novel ini mengambil lokasi di Jakarta-Tangerang dan Hongkong-Guangzhou. Di halaman 95, ada pembicaraan antara David dan Carmelin mengenai kamera. Tertulis LSR, yang mungkin seharusnya kamera SLR (single lens reflex) ya ..

Novel ini menceritakan dilema wanita masa kini kebanyakan. Menikah dan berhenti bekerja, atau menikah dan tetap bekerja setelahnya. Hal itu juga yang bikin aku ngambil buku ini dari salah satu rak Gramedia. Yang diceritakan di novel ini lebih detail dari yang kubayangkan. Tradisi keluarga yang dilakukan secara turun-temurun dari jaman dulu, tuntutan orang tua atau keluarga pada anaknya mengenai syarat yang diharapkan dari seorang calon menantu, serta passion perempuan muda jaman sekarang. Hal-hal yang tak mudah diputuskan, apalagi mengingat ketika menikah yang kemudian bersama tidak hanya dua orang melainkan dua keluarga. 

Apa kamu mengalami kisah yang mirip? Atau dilema yang sama? 😃


Rates: 💫💫💫

Informasi Penulis :
Mya Ye

Novel-novel lain yang ditulis: Jerawat? Gue Banget!, Love on the Blue Sky, Pemburu Cinta, A Perfect Time

Twitter   : @myaye
IG           : @mya_ye
Blog       : http://pilgrimnote.wordpress.com