Tampilkan postingan dengan label Kata Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Rasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, Maret 5

Tetaplah Berbuat Baik, Tidak Akan Ada yang Tanya Apa Agamamu

Pernahkah kamu merasa bahwa niat baikmu terbuang sia-sia? Ketika perbuatan baik yang kamu lakukan mungkin tidak dianggap? Kadang hal-hal seperti itu membuat kita lelah untuk berbuat baik. Ketika kebaikan kita diperlakukan seperti sampah :(

Namun jangan pernah berhenti. Seseorang pernah berkata kepadaku, bahwa untuk setiap perbuatan baik, akan selalu ada hati yang menerima. Jadi berbuat baiklah tanpa banyak berpikir. Soal bagaimana setelahnya, bukan urusan kita lagi :) Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain..

Quote tersebut menjadi favorit saya sejak beberapa hal yang terjadi di luar sana selalu dikait-kaitkan dengan keyakinan. Entah mengapa, belakangan ini apapun yang dilakukan oleh seseorang, terutama jika cenderung buruk akan selalu disangkut-pautkan dengan agamanya :( 

Padahal, setiap agama pada dasarnya mengajarkan hal-hal yang baik.. Dan quote tersebut akan kembali menjadi pengingat, bahwa apapun yang terjadi, akan lebih baik jika kita tetap berusaha untuk berbuat baik :)


#tulisanArmylia
#13DaysBlogspediaChallenge
#Blogspedia
#Tema2
#QuoteFavorit
#BloggingChallenge 

Kamis, Maret 4

Sepucuk Surat untuk Diriku di Masa Depan

Dear myself,

Hidup memang tidak dijanjikan mudah
Namun kamu selalu punya pilihan untuk meneruskan langkah atau menyerah
Seperti hujan yang tak selalu berakhir indah
Kadang ia menjadi badai yang disertai petir dan kilat

Percayalah, 
apapun yang menempamu saat ini, meletakkanmu dalam posisi sulit,
akan membawa hikmah nanti
Mungkin belum sekarang, 
belum tahu akan seperti apa 
Cobalah untuk meyakininya saja 

Terima kasih,
karena telah bertahan sampai sejauh ini
Walau terseok, yang terpenting adalah tidak menyerah
Walau berlinang air mata, tak apa sesekali menjadi lemah 
Walau hati pecah berkeping, kata mereka apa yang tak membunuhmu akan membuatmu kuat

Tetaplah berbuat baik, walau mungkin tak ada yang menerima
Katanya hal baik akan selalu menemukan tempatnya
Bahkan mungkin di tempat yang tidak kamu duga 

Tetap semangat, 
apapun yang terjadi, tak boleh berputus asa,
Perjalanan mungkin masih panjang
Teruslah berjuang :)


#tulisanArmylia 
#13DaysBlogspediaChallenge
#Blogspedia
#Tema1
#DearMyself
#BloggingChallenge 

Senin, November 23

karena selamanya, sementara


karena selamanya tidak pernah ada
nikmati saja selagi bisa
seperti kata selalu yang nyatanya berbatas waktu
kita tak pernah mampu untuk menahan sesuatu

tiada yang abadi melainkan sementara
seperti singgah, tidak ada suatu apapun yang akan tinggal seterusnya
yang ada hanya sejenak, tak ada yang dapat mengekang, apalagi mengikat

sungguh yang nyata hanya ilusi
yang dikira lama, sedikit waktu adanya
dan yang dapat menguatkanmu hanya dirimu sendiri
bahkan bayanganmu pun meninggalkanmu saat gelap
jangan percaya pada siapapun
yang berjanji akan hadir pada akhirnya juga akan pergi

Selasa, Oktober 13

Sunyi

aku berjalan menyusuri

jalan setapak yang lengang dan sepi

tak ada yang lain kulihat di sekitar

hanya kerlap-kerlip lampu bersinar temaram


terus melangkah atau diam

adalah pilihan yang tersedia

namun ketika aku ingin berhenti

sekelebat pertanyaan akan datang mengiringi


jadi aku tetap menapaki langkah demi langkah 

walau tanpa arah atau tujuan

hanya menjalani yang telah diberi

meski dengan kosong yang sunyi

Minggu, Oktober 4

Dari Hujan Untuk Pelangi

Biar langit menyimpan rahasia

di balik mendung yang bergelayut mesra

tentang hujan yang menanti saatnya tiba

untuk menyerah rebah demi pelangi


atas kenangan yang patah

rindu yang tak sampai

namun begitulah cinta

menjadi candu membutakan


hanya itu alasan yang mampu menyatakan

ketika ketulusan mengungkap ketiadaan

mencipta jeda namun bukan jarak

definisinya berakhir dalam genangan

Berserah

akan ada hari

dimana yang dapat kita lakukan

hanya berserah


setelah usaha maksimal

yang telah dilakukan

juga melangitkan doa 

dalam rapal tiada henti


pada akhirnya

hanya berharap Tuhan 

menggerakkan semesta

untuk yang terbaik

Sabtu, Oktober 3

Rindu dalam Diam

aku rindu

padamu yang bukan milikku
seseorang yang hanya dapat kunikmati dari jauh

aku rindu
masih merindu
hingga yang disebut sepi datang
hingga malam berganti dan pagi tiba

aku rindu
terus merindu
walau aku tahu kamu tak akan datang
karena kamu tak pernah tahu
aku merindu

Rabu, September 30

Tentang Hidup

dalam hidup

akan ada hari-hari yang sulit untuk dilupakan
juga orang-orang istimewa, yang hadir dan  tak terlupa

momen manis seperti cinta pertama
kisah tak terulang semacam wisuda
adalah beberapa anugerah yang terjadi dalam hidup

pun ketika pada akhirnya harus rela merasakan patah hati
atau mengalami kehilangan
hal-hal yang mengajarimu untuk menjadi kuat,
yang tak memberimu pilihan lain selain itu 

Kepadamu yang masih bertahan hingga hari ini,
Kamu hebat!
Apapun yang membuatmu jatuh sebelum ini
nyatanya tak mampu mengalahkanmu.
Kamu akan bangkit untuk kemudian mencoba lagi..

Begitupun dengan menghadapi hari esok,
tetap semangat!
karena hujan, juga badai, takkan bertahan selamanya..

Senin, September 28

Sepucuk Surat yang Tak Pernah Sampai

Selamat pagi, kamu.. Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja ya disana. Melalui ini, aku ingin mengucapkan permintaan maaf yang tak sempat kusampaikan. Mungkin bukan tak sempat, namun aku yang tak punya cukup nyali untuk mengatakannya. 

Perpisahan seperti terasa lebih mudah ketika tak bersua, entah kenapa. Mungkin juga hanya sugestif. Karena itu pula aku memilih mengatakannya via chat padamu. Karena aku tahu, jika aku mengucapkannya saat bersamamu, melihat wajahmu, percayalah bahwa aku tak akan mampu. Tak akan pernah.

Kata-kata yang seperti mudah ketika diketik itu, yang kamu baca entah dengan perasaan bagaimana itu, juga telah menguras pikiran dan perasaanku sebelum akhirnya sampai kepadamu. Percayalah bahwa hatiku pun tersayat-sayat. Jangan dikira rasa sakit yang memilih pergi akan lebih ringan dibanding yang terpaksa ditinggalkan.

Aku minta maaf. Adalah hal yang ku harap dapat kukatakan seraya menatapmu. Aku minta maaf, atas segala luka dan air mata. Atas memori buruk yang tercipta. Atas kenangan yang meninggalkan luka.

Walau tak mudah untukmu, ini juga tak mudah untukku. Di bagian ini aku tidak memintamu untuk percaya. Aku merasa tidak punya cukup hak untuk itu. Jika bisa memilih, akupun tidak menginginkan ini. Keputusan ini terpaksa ku ambil demi kebaikan kita. Hanya formalitas saja aku menyampaikan ini, mengingat seringkali aku tak perlu menyatakan apa yang kurasa atau kupikirkan, entah bagaimana  caranya kamu sudah tahu terlebih dahulu. How can we be so different and feel so much alike? :)

Aku tidak tahu, kelak semesta akan mempertemukan kita kembali atau tidak. Apakah takdir hidup sebercanda itu pada kita atau tidak. Satu pintaku, tolong jaga dirimu. Terima kasih untuk segalanya. Untuk warna yang telah kau beri dalam hidupku. Untuk banyak 'one fine day' yang kita lewati. Untuk tawa, cerita manis, tempat-tempat yang indah, juga kisah cinta. Aku sayang kamu, selalu.. 


Minggu, September 27

Kita

kata kita seharusnya tak pernah ada

ketika telah ada kamu dan dia

juga aku dan dia


salahkah semesta yang mempertemukan

atau takdir yang bersinggungan

mungkin hidup sedang ingin bercanda


karena sejak dari mula

tak pernah ada restu untuk kamu dan aku

lalu mengapa masih mencoba?


kini terasa terlambat sudah

ketika sudah terlanjur dalam

dan mengakhiri pun enggan


saat segala terasa salah

dan otak tak lagi bekerja

sesak meronta dalam jiwa


andai dia tahu..

Jatuh Hati


jatuh cinta
kadang membuatmu jadi bodoh
meninggalkan isi kepalamu entah dimana
dan buta arah mengikuti kata hati

patah hati
kadang membuatmu semakin bodoh
masih berharap pada dia yang tak pernah peduli
dan bergeming bertahan walau sakit

jatuh hati
kadang terjadi begitu saja
ia tak pernah mencari
ia jatuh sendiri
jatuh, sendiri

Rabu, September 23

Sepucuk Surat yang Aku Titip pada Merpati

Hey, apa kabar kamu disana? Lama tak kudengar cerita tentangmu. Apa jarak yang terbentang ribuan kilometer mulai mencipta jarak di antara kita?

Aku menulis ini karena sedang diserang rindu. Iya, aku rindu kamu. Atau mungkin aku hanya merindu memori dahulu, ketika jeda antara kita hanya sebatas satu panggilan telepon. Lalu rindu, dapat berujung temu.

Masih teringat dalam ingatanku, ketika aku mengalami hari yang buruk seperti hari ini aku hanya tinggal mengirim pesan singkat padamu lalu kamu akan datang dengan tergesa. Kamu, yang selalu dengan wajah sok tenangmu itu, namun dari nada suaramu aku bisa merasa kekhawatiranmu akanku. Kamu yang menjadi tempat sampah atas keresahan, juga air mata. Pendengar terbaik yang pernah ada..

Sometimes home is a person, begitu yang pernah kubaca. Terima kasih, karena kamu membuatku merasa bahwa aku akan selalu punya kamu. Talking about everything until nothing. Bicara politik, juga mimpi-mimpi. Tentang sastra, hingga entah apa. Aku mengagumi isi kepalamu, hal pertama yang menjadi magnet untuk menarikku. Yang terjadi kemudian, mengalir begitu saja, apa adanya. Mengundang atensi, tanpa tendensi.

Namun itu dulu, saat selamanya aku kira ada. Betapa naifnya aku. Lupa bahwa setiap awal selalu punya akhir. Bahwa tiada yang abadi selain perubahan. Bahwa segalanya hanya sementara..

Andai aku dapat membekukan waktu, mungkin sudah kulakukan. Agar kita yang dulu sedekat nadi, tak perlu seperti kini yang sejauh mentari dengan bumi. Padahal masih berada di bawah langit yang sama, juga berpijak di tanah yang sama. Namun semua tak lagi sama. Apa kamu tidak rindu? 

Apapun itu, baik-baik ya di sana. Doaku bersamamu. Hanya itu yang mampu kulakukan kini. Apa isi doanya biar menjadi rahasia antara aku denganNya. Di sini, aku pun akan berusaha untuk baik-baik saja, meski tak lagi punya kamu. Aku akan belajar, berdiri dengan kedua kakiku sendiri. Katanya, apapun yang tidak cukup mampu untuk membunuhmu, malah akan menguatkanmu. Grazie mille, you..

Kamis, September 17

Bila aku telah dewasa

ketika aku masih kecil dulu

rasanya ingin cepat menjadi dewasa
mereka terlihat berkilau
bersinar dengan indahnya

saat aku beranjak dewasa
masalah mulai terasa rumit
tidak lagi semudah 
saat aku menginginkan sesuatu yang sederhana
beberapa hal jadi terpikir pelik

ketika aku telah dewasa
aku berharap dapat kembali ke masa kanak-kanak
saat masalah hanya berupa tak mampu mengerjakan PR matematika
bukannya tentang menentukan berbagai hal dalam hidup
membuat keputusan yang kadang begitu krusial

namun seperti waktu yang tak dapat kembali
juga tak bisa diputar lagi
aku hanya bisa hidup hari ini
menjalani dengan hati
mengambil rehat ketika letih
kadang jatuh, untuk kemudian bangkit lagi..

Selasa, September 15

Bicara dengan Cermin

dulu aku mengira hidup hanya hitam dan putih

benar dan salah


begitu mudah bagi kita untuk melihat celah

atas kesalahan orang lain

dicari, satu per satu


ketika tiba giliran kita dicela

tak suka, kecewa, marah


sudahkah bercermin hari ini?

Senin, September 14

Kamu, dan Bayangmu

karena walau aku berlari 

sejauh apa pun, sekencang-kencangnya 

kemana pun arahnya,

pada akhirnya, 

akan selalu padamu aku kembali


bayangmu yang tak mau pergi

selalu ada di sana, menghantui

hingga entah kapan, 

aku dapat menghadapimu dengan berani


kamu dengan kesederhaanmu

menyentakkan egoku

mengusik imajiku akan kesempurnaan

dan rutin menggoda isi kepalaku 

saat aku menghela napas mengambil jeda


dengan rela aku membiarkanmu menjalankan tugasmu

menggangguku,

membangunkanku dari mimpi

saat aku sibuk mencari jawaban 

atas segala pertanyaan dalam proses pencarian


padahal ada kalanya

jauh lebih baik untuk tidak mengetahui

Minggu, September 13

Kamu Bumi, dan Aku Bulannya

seperti bulan yang berotasi pada bumi

aku akan selalu ada di sekitarmu

mengawasimu, mengagumimu, meski dari jauh

bergerak menujumu

dalam jarak aman hingga mungkin tak kamu sadari


berharap aku, kamu, kita, ada di jalur yang sejalan

kadang berharap bertabrakan

walau nyatanya berlawanan


kesempatan yang terencana

pandangan yang selalu hadir

perbuatan baik tanpa tendensi

adalah bentuk usaha yang masih aku semogakan

bisa jadi kurang keras

atau tak terlihat berbeda

hingga jarang terperhatikan


walau tak mudah 

dengan malu kunyatakan

aku mau kamu

ada di hidupku

ijinkan aku terus mencoba

tak apa ya?

Sabtu, September 12

Melangitkan Do'a

dari seluruh wilayah di muka bumi

mengapa aku harus bertemu denganmu?

mengalami setengah asa 

juga keraguan yang digantung


nyaman itu jebakan

seperti air dalam gelas

yang penuh tumpah hingga meluber

masihkah akan bertahan?


mencoba mengalah dalam kerumitan berpikir

karena menunggu sama sekali bukan pilihan

sampai tiba saat untuk bangun 

berhenti melangit, kembali menjejak


bila kamu tahu alasannya

atau kapan tepatnya harus berhenti

kamu tak akan sibuk menerka 

bagaimana lanjutan cerita kalian


namun jika semua do'amu terwujud dalam satu waktu 

masihkah kamu akan bersyukur? 

Hal Baik, Ekspektasi, dan Saat Pertama

entah kamu yang terlalu cepat datang

atau aku yang belum siap

seperti beberapa hal baik yang datang bertamu

namun salahku melewatkannya


mungkin kamu lupa rasanya 

ekspektasi yang tidak terpenuhi

seringkali menjadi beban bagi perasaan

apalagi ketika tidak ada pilihan yang lain


lari dari masalah tidak menyelesaikan apa-apa

dan akan selalu ada saat pertama dalam banyak hal

sempurna atau tidak tergantung siapa yang menyimpulkan

hiduplah, sebisanya

Jumat, September 11

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

nanti kita cerita tentang hari ini

tentang kegagalan atas mimpi yang tak tergapai

tentang patahnya hati oleh harapan yang dibuat sendiri

tentang kehilangan seseorang yang dibela mati-matian

tentang menunggu atas sesuatu yang tak kunjung datang

tentang rasa takut yang mau tak mau harus ditaklukkan


nanti kita cerita tentang hari ini

tentang memori yang dilalui bersama

tentang bangkit setelah jatuh terseok karena angan yang berada di awang-awang  

tentang bertahan walau tak mungkin akan bersama

tentang perubahan, karena tiada yang abadi selainnya


nanti kita cerita tentang hari ini

kala ia seperti film jaman dulu yang berwarna hitam putih

memutar senyum yang menyelamatkan asa,

tepukan di bahu saat melamun di tepi jurang,

juga pelukan yang menampung keluh dan air mata

serta cerita, yang dibagi bersama

dulu

Kamis, September 10

Dipermainkan Takdir

 Apa kamu percaya takdir?

Semesta yang mempertemukan aku denganmu

Hati yang membuatmu jatuh padaku

 

Boleh aku menghindar saja?

Karena aku tak ingin jatuh ke lubang yang sama

Karena jalan kita yang bersinggungan

Hanya terbatas sampai disana

Bersama namun tak seiring jalan

 

Hidup begitu lucu

Kamu dan aku menaiki bis yang berbeda

Mengalami perjalanan

Berdampingan dengan kursi yang tak lagi kosong

Namun terpaku ketika pada satu titik

Turun dan berjumpa di halte yang sama

 

Untuk apa?

Menikmati waktu

Selama masih tersisa ada

Mengukir kenangan

Yang mungkin kelak akan terlupa

Cukup?

Harus.